Cara Menentukan Harga Jual Produk 

cara menentukan harga jual

Bagaimana cara menentukan harga jual produk maupun jasa? Ada beberapa metode dalam menentukan harga jual yang bisa Anda jadikan panduan. Pemilik bisnis tentu harus tahu metode atau rumus untuk menentukan harga jual. Tujuannya tidak lain adalah agar tidak terjadi kerugian karena terlalu rendah menetapkan harga jual produk maupun layanan.

Dalam artikel ini, Klik Bisnis Digital akan menjelaskan bagaimana cara menentukan harga jual produk maupun jasa, simak!

Metode Menentukan Harga Jual

Adapun cara atau metode untuk menentukan harga jual produk maupun jasa adalah sebagai berikut:

1. Markup Pricing 

Markup pricing atau yang juga disebut dengan cost-plus pricing adalah metode untuk menentukan harga jual yang paling sering digunakan. Alasannya tidak lain adalah karena rumus ini sederhana dan paling mudah untuk diterapkan. Dengan metode markup pricing, Anda dapat dengan mudah menentukan harga jual berdasarkan margin keuntungan yang Anda inginkan. 

Cara menghitung harga jual dengan menggunakan metode markup pricing sangatlah mudah. Anda hanya perlu mengetahui berapa banyak modal dan berapa besar keuntungan yang ingin Anda dapatkan. Adapun rumus menentukan harga jual menggunakan metode markup pricing adalah sebagai berikut:

Harga Jual = Modal + Mark Up

  • Contoh Perhitungan:

Seorang pedagang memiliki 20 buah tas dengan modal pembuatan Rp 100.000 per tas. Dari setiap tas yang terjual, pedagang tersebut ingin mendapatkan untung sebesar Rp 150.000. Maka perhitungan harga jual untuk tas tersebut adalah: Rp 100.000 + Rp 150.000 = Rp 250.000

Dengan begitu, diperoleh harga jual untuk setiap tas yaitu Rp 250.000. Maka, omzet yang akan pedagang tersebut dapatkan atas penjualan semua tas adalah sebesar 20 x Rp 250.000 = Rp 5.000.000. Sedangkan keuntungan yang akan didapatkan dari 20 buah tas yang berhasil terjual yaitu 20 x Rp 150.000 = Rp 3.000.000.

Karena mudah dan cepat, metode mark-up pricing ini lebih banyak digunakan oleh pedagang yang menjual produk secara individu. Untuk bisnis yang skalanya lebih besar, metode ini kurang optimal karena dijumpai beberapa kekurangan seperti kurang detail dalam menghitung setiap pembiayaan di luar modal, misalnya biaya tagihan listrik dan internet, gaji pekerja, dan lain sebagainya. 

2. Cost Plus Pricing 

Cost plus pricing adalah metode penentuan harga jual dengan cara menambahkan laba yang diharapkan di atas biaya penuh atas biaya penuh masa yang akan datang untuk memproduksi dan memasarkan produk.

Perhitungan harga jual menggunakan metode cost-plus pricing hadir untuk menyempurnakan metode markup pricing yang masih memiliki banyak kekurangan. Ketika menghitung harga jual menggunakan cost plus pricing, Anda tidak hanya sebatas menghitung modal, namun juga biaya operasional yang meliputi: biaya tagihan listrik, internet, dan toko, gaji pekerja, biaya perawatan, dan lain sebagainya. Adapun cara menghitung harga jual menggunakan cost plus pricing adalah sebagai berikut:

Harga Jual = (Modal + Biaya Operasional + Tagihan/Pajak) + % Laba dari modal

  • Contoh Perhitungan

Seorang pengusaha memiliki 1000 buah piring kaca antik dengan modal pembuatan Rp 50.000 per piring. Di toko tersebut ada 3 orang pekerja. Setelah mengetahui berapa total biaya operasional yang dibebankan yaitu sebesar Rp 20.000. Tagihan dan pajak sebesar Rp 20.000. Selanjutnya pengusaha tersebut menginginkan laba sebesar 10% dari setiap piring yang terjual. Maka hasil perhitungannya adalah sebagai berikut:

Harga Jual = (Modal + Biaya Operasional + Tagihan/Pajak) + % Laba dari modal

(50.000 + 20.000 + 20.000) + (10% x 50.000) 

90.000 + 5000

Harga Jual = Rp 95.000

Dengan begitu, berdasarkan perhitungan di atas, harga jual satu buah piring kaca yaitu Rp 95.000

3. Harga Jual Mengikuti Pasar

Selain menggunakan dua cara di atas, Anda juga bisa menentukan harga jual produk maupun jasa sesuai dengan harga pasaran. Berbeda dengan cara yang sebelumnya, harga jual bisa saja terpengaruh oleh harga pasaran produk secara umum. Dengan metode ini, Anda cukup melakukan riset dengan menelusuri produk maupun jasa dan melihat berapa harga rata-rata produk atau jasa yang ada di pasaran atau lingkungan tempat Anda menjualnya. 

Harga bisa saja mengalami kenaikan setiap waktu. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk terus melakukan riset secara berkala agar tidak menjual produk dengan harga terlalu rendah atau bahkan terlalu tinggi. 

  • Contoh Kasus 

Seorang pedagang berencana menjual minuman susu dan harga yang umum ditawarkan di tempat di mana pedangan tersebut berjualan adalah antara Rp 7.000 sampai Rp 15.000. Bila pedagang tersebut menginginkan harga kompetitif, maka pedagang tersebut bisa menjualnya dengan harga Rp 10.000. Sedangkan jika ingin mendapatkan harga lebih tinggi dari yang umumnya ada di pasaran, maka pedagang tersebut harus menawarkan sesuatu yang beda dari minuman susu lainnya, misalnya porsi lebih banyak, ada beraneka macam rasa, ada topping, dan lain sebagainya. 

 

Demikian penjelasan tentang cara menentukan harga jual yang dapat Klik Bisnis Digital sampaikan, semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

One thought on “Cara Menentukan Harga Jual Produk 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *